-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Pesawat ATR Milik Indonesia Air Transport Hilang Kontak di Maros, Begini Kronologinya

Sabtu, 17 Januari 2026 | Januari 17, 2026 WIB Last Updated 2026-01-17T15:14:47Z

Foto : Ilustrasi Pesawat Hilang (Dok. Ist)

JAKARTA, TRANSPANTURA.COM - Sebuah pesawat jenis ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (17/1/2026). Pesawat tersebut kini masih dalam tahap pencarian oleh tim gabungan Basarnas, TNI, Polri, dan instansi terkait.


Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan titik fokus pencarian berada di kawasan pegunungan kapur Bantimurung, tepatnya di Desa Leang-leang, Kabupaten Maros. Lokasi tersebut juga dijadikan sebagai posko utama operasi SAR.


Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F Laisa, mengatakan bahwa pencarian dilakukan berdasarkan koordinat terakhir yang diterima sebelum pesawat kehilangan komunikasi.


Kronologi Hilangnya Kontak Pesawat


Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menerima laporan awal terkait hilangnya kontak pesawat pada Sabtu (17/1). Pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT itu merupakan pesawat buatan tahun 2000 bernomor seri 611 dan dioperasikan oleh Indonesia Air Transport (IAT), pemegang Air Operator Certificate (AOC) 034.


Pesawat tersebut terbang dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta (JOG) menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar (UPG) dengan pilot in command Captain Andy Dahananto.


Menurut Lukman, pada pukul 04.23 UTC, Air Traffic Control (ATC) Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) mengarahkan pesawat untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu Runway 21 Bandara Sultan Hasanuddin.


Namun, dalam proses pendekatan, pesawat terdeteksi tidak berada pada jalur pendaratan yang semestinya. ATC kemudian memberikan sejumlah instruksi koreksi posisi kepada awak pesawat.


“Setelah instruksi terakhir disampaikan, komunikasi dengan pesawat terputus atau loss contact,” ujar Lukman, dilansir detikcom


ATC Makassar kemudian mendeklarasikan fase darurat DETRESFA (distress phase) dan langsung berkoordinasi dengan Rescue Coordination Center (RCC) Basarnas, kepolisian setempat, serta pihak bandara. Bandara Sultan Hasanuddin juga menyiapkan crisis center di terminal keberangkatan, sementara AirNav Indonesia mempersiapkan penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) terkait operasi pencarian.


400 Personel SAR Diterjunkan


Basarnas Makassar mengerahkan sekitar 400 personel SAR gabungan untuk melakukan pencarian. Posko SAR didirikan di Kampung Panaikang, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros.


Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas pencarian berlangsung intensif. Sejumlah kendaraan dari berbagai instansi memadati akses menuju posko, sementara helikopter milik TNI beberapa kali terlihat terbang rendah untuk melakukan penyisiran udara.


Pesawat Angkut 11 Orang


Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengonfirmasi bahwa pesawat tersebut mengangkut total 11 orang, terdiri atas delapan kru dan tiga penumpang.


Daftar kru pesawat:


  • Captain Andy Dahananto
  • First Officer Yudha Mahardika
  • Sukardi (Ex-Check Unit Captain)
  • Hariadi (Flight Operation Officer)
  • Franky D Tanamal (EOB)
  • Junaidi (EOB)
  • Florencia Lolita (Flight Attendant)
  • Esther Aprilita S (Flight Attendant)



Daftar penumpang:


  • Mr. Deden
  • Mr. Ferry
  • Mr. Yoga



Pesawat Disewa KKP


Basarnas Makassar mengungkapkan bahwa pesawat ATR tersebut disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).


“Kami menerima informasi dari AirNav Makassar bahwa pesawat ATR milik IAT yang dioperasikan KKP mengalami loss contact,” ujar Kepala Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, dilansir detikcom


Berdasarkan koordinat terakhir dari ATC, titik duga jatuhnya pesawat mengarah ke kawasan Bantimurung dan sekitarnya. Basarnas juga berkoordinasi dengan TNI AU untuk mengerahkan helikopter guna mempercepat pencarian.


TNI AU Selidiki Titik Api Diduga Bekas Ledakan


TNI Angkatan Udara menerjunkan helikopter Caracal untuk memverifikasi temuan titik api yang diduga berasal dari lokasi jatuhnya pesawat.


Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, mengatakan bahwa tim udara mendeteksi adanya titik api di kawasan Gunung Lapihao, Kecamatan Leang-leang, Kabupaten Maros.


“Warga setempat juga melaporkan mendengar suara ledakan dan melihat api dari kejauhan. Namun, kami masih menunggu konfirmasi pasti dari tim darat dan heli apakah itu lokasi jatuh pesawat,” kata Bangun, dilansir detikcom


Hingga saat ini, operasi pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung. (*)

×
Berita Terbaru Update