TANGERANG, TRANSPANTURA.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai sekitar Rp5 miliar setelah melakukan penggeledahan di wilayah Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (13/2/2026). Penggeledahan tersebut merupakan bagian dari penyidikan kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi barang KW di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan tim penyidik mengamankan lima koper berisi uang tunai senilai lebih dari Rp5 miliar dari lokasi pihak terkait.
“Hari ini (Jumat, 13/2) penyidik melakukan penggeledahan pada lokasi pihak terkait di wilayah Ciputat, Tangerang Selatan. Dalam penggeledahan tersebut, tim mengamankan barang bukti berupa lima koper berisi uang tunai senilai Rp5 miliar lebih,” ujar Budi saat dikonfirmasi di Jakarta.
Menurut dia, uang yang disita tidak hanya dalam bentuk rupiah, tetapi juga mata uang asing, antara lain dolar Amerika Serikat, dolar Singapura, dolar Hong Kong, dan ringgit Malaysia. Selain uang tunai, penyidik turut menyita sejumlah dokumen serta barang bukti elektronik untuk didalami lebih lanjut.
“Penyidik akan mendalami setiap barang bukti yang diamankan dalam giat penggeledahan ini,” katanya.
OTT KPK di Lingkungan Bea Cukai
Sebelumnya, pada 4 Februari 2026, KPK mengonfirmasi telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Salah satu pihak yang diamankan dalam OTT tersebut adalah Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Barat, Rizal.
Sehari setelah OTT, KPK menetapkan enam dari total 17 orang yang terjaring sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait impor barang KW.
Enam tersangka tersebut yakni:
- Rizal (RZL), selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC periode 2024–Januari 2026
- Sisprian Subiaksono (SIS), Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan DJBC
- Orlando Hamonangan (ORL), Kepala Seksi Intelijen DJBC
- John Field (JF), pemilik Blueray Cargo
- Andri (AND), Ketua Tim Dokumentasi Importasi Blueray Cargo
- Dedy Kurniawan (DK), Manajer Operasional Blueray Cargo
KPK menyatakan penyidikan masih terus berjalan untuk menelusuri aliran dana serta keterlibatan pihak lain dalam perkara dugaan suap impor barang KW di lingkungan Bea Cukai tersebut. (*)

