-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Viral Pramugari Gadungan Khairun Nisya, Polisi Ungkap Motif dan Kronologi Lengkap

Kamis, 08 Januari 2026 | Januari 08, 2026 WIB Last Updated 2026-01-08T14:00:12Z

Foto : Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden wanita bernama Khairun Nisya, yang mendadak viral di media sosial usai kepergok menjadi pramugari gadungan Batik Air. (Dok. Ist)

JAKARTA, TRANSPANTURA.COM - Polisi mengungkap fakta baru di balik kasus Khairun Nisya, wanita yang viral di media sosial setelah kepergok menjadi pramugari gadungan maskapai Batik Air. Ternyata, Khairun Nisya merupakan korban penipuan dengan modus tawaran pekerjaan sebagai pramugari, yang menyebabkan dirinya mengalami kerugian hingga Rp30 juta.


Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Kompol Yandri Mono, mengatakan bahwa Khairun Nisya awalnya berniat mendaftar sebagai pramugari secara resmi. Namun, ia justru tertipu oleh seseorang yang mengaku bisa memasukkannya bekerja di maskapai penerbangan.


“Iya, pada dasarnya di awal dia korban. Dia mau masuk pramugari, menyerahkan uang sekitar Rp30 juta. Ternyata gagal dan orangnya sudah tidak bisa dihubungi,” ujar Yandri kepada wartawan, dikutip tvonenews.com Kamis (8/1/2026).


Yandri menjelaskan, Khairun Nisya yang berasal dari Palembang berangkat ke Jakarta dengan izin orang tuanya untuk mengikuti proses pendaftaran pramugari. Di Jakarta, ia dikenalkan oleh seorang rekannya kepada pihak yang mengaku memiliki akses memasukkan calon pramugari ke maskapai.


“Di Jakarta dia bertemu seseorang yang menawarkan bisa memasukkan menjadi pramugari dengan memberikan sejumlah uang. Akhirnya dia ikuti, tapi ternyata gagal,” ungkap Yandri.


Merasa malu dan tidak ingin mengecewakan ibunya yang telah membantu secara finansial, Khairun Nisya kemudian mengaku kepada keluarga bahwa dirinya telah bekerja sebagai pramugari. Ia bahkan mengunggah aktivitas seolah-olah sedang bertugas di media sosial, untuk meyakinkan keluarga dan kerabatnya.


“Karena dia tidak mau mengecewakan orang tuanya, akhirnya dia mengaku sudah bekerja. Dia posting juga di media sosial supaya keluarganya percaya bahwa dia pramugari,” jelas Yandri.


Aksi nekat tersebut akhirnya terbongkar setelah Khairun Nisya diketahui mengenakan atribut pramugari Batik Air secara lengkap, mulai dari kebaya putih, kain batik merah, rambut dicepol rapi, hingga ID card maskapai.


Khairun Nisya bahkan sempat lolos terbang dari Palembang menuju Jakarta melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Selasa (6/1/2026) malam. Ia terlihat berjalan layaknya awak kabin, membawa koper dan dua tas, serta melewati jalur fast track khusus awak pesawat.


Namun, kecurigaan muncul dari kru kabin Batik Air karena motif batik seragam yang dikenakan Khairun Nisya berbeda dengan pramugari yang bertugas. Setelah pesawat mendarat di Jakarta, kru kabin berkoordinasi dengan petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Soekarno-Hatta untuk mengamankan yang bersangkutan.


Atas kejadian ini, Kompol Yandri Mono mengimbau masyarakat, khususnya calon pramugari, agar tidak mudah percaya kepada pihak yang menjanjikan pekerjaan dengan imbalan uang.


“Kami imbau masyarakat agar tidak menggunakan jasa calo atau orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Proses rekrutmen pramugari dilakukan secara resmi dan transparan,” tegasnya. (*)

×
Berita Terbaru Update