-->

Notification

×

Iklan

Iklan

BMKG: Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jabodetabek hingga Nusa Tenggara, Waspada Sepekan ke Depan

Senin, 12 Januari 2026 | Januari 12, 2026 WIB Last Updated 2026-01-12T08:32:54Z

Foto : Gedung BMKG (Dok. Ist)

JAKARTA, TRANSPANTURA.COM - Hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) serta meluas ke berbagai daerah lain di Indonesia. Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa hingga kawasan Nusa Tenggara atau Kepulauan Sunda Kecil.


Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Ida Pramuwardani, mengatakan bahwa dalam 24 jam terakhir hujan lebat hingga sangat lebat mengguyur sejumlah wilayah, mulai dari Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).


“Dalam 24 jam terakhir, hujan lebat hingga sangat lebat mengguyur wilayah Jabodetabek dan meluas ke berbagai daerah lain di Indonesia,” ujar Ida dalam keterangan resminya, dikutip detikcom, Senin (12/1/2026).


BMKG mencatat hujan dengan kategori sangat lebat atau lebih dari 100 mm per hari terjadi di beberapa wilayah, yakni Jawa Barat dengan curah hujan mencapai 129 mm, Nusa Tenggara Timur sebesar 126 mm, serta Bali sekitar 120 mm.


Ida menjelaskan, cuaca ekstrem tersebut dipicu oleh kombinasi dinamika atmosfer regional yang saling memperkuat. Salah satu faktor utama adalah peningkatan kecepatan angin di wilayah Laut China Selatan yang bergerak ke arah selatan melalui Selat Karimata hingga mencapai Pulau Jawa.


Pola aliran angin ini memicu terbentuknya daerah konvergensi atau pertemuan angin, terutama di sepanjang Pulau Jawa, Bali, hingga NTB, yang berperan penting dalam pertumbuhan awan hujan intensif.


Faktor lainnya adalah keberadaan daerah tekanan rendah di wilayah timur Australia. Sistem ini memengaruhi pola sirkulasi angin regional sehingga aliran angin di wilayah selatan Indonesia menjadi lebih dominan ke arah timur.


“Kondisi tersebut memperkuat konvergensi dan perlambatan massa udara, sehingga mendukung proses naiknya udara secara lebih intensif dan berkelanjutan, yang pada akhirnya meningkatkan potensi hujan lebat,” jelasnya.


BMKG memperkirakan hujan lebat hingga sangat lebat masih berpotensi terjadi dalam sepekan ke depan, yakni pada periode 12–18 Januari 2026. Selain Pulau Jawa dan Nusa Tenggara, hujan deras juga berpeluang melanda wilayah Sulawesi hingga Papua.


Adapun daerah yang diprediksi berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, serta Papua Pegunungan.


Seiring kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat, serta potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan gangguan transportasi.


BMKG juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruang seperti ibadah, aktivitas wisata, dan perayaan malam pergantian tahun.


Terkait musim hujan, Ida menyampaikan bahwa puncak musim hujan secara umum masih diprediksi terjadi pada periode Januari hingga Februari 2026. Di wilayah Jawa, Sulawesi, serta Maluku dan Papua, puncak musim hujan cenderung datang lebih awal dibandingkan prediksi sebelumnya.


“Sementara di Sumatera dan Bali, puncak musim hujan bergeser menjadi lebih lambat. Sebagian besar wilayah mengalami puncak musim hujan yang sama atau lebih maju dari kondisi normal, kecuali Sumatera yang cenderung mundur dari normalnya,” pungkasnya. (*)

×
Berita Terbaru Update