-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Pemkab Tangerang Targetkan Perbaikan 219 Titik Jalan Rusak pada 2026

Kamis, 19 Februari 2026 | Februari 19, 2026 WIB Last Updated 2026-02-19T16:37:34Z

Foto Jalan Raya Pasar Kemis. Dok istimewa

TANGERANG, TRANSPANTURA.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Provinsi Banten, menargetkan perbaikan menyeluruh terhadap 219 titik jalan rusak pada tahun 2026.


Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, mengatakan program tersebut masuk dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tangerang.


Menurut Iwan, sebanyak 219 titik jalan yang menjadi kewenangan Pemkab Tangerang akan diperbaiki secara permanen pada 2026. Sejumlah ruas jalan prioritas yang akan ditangani di antaranya Jalan Raya Pasar Kemis–Rajeg, Jalan Raya Pakuhaji–Sepatan, dan Jalan Raya Cikupa–Pasar Kemis.


“Berdasarkan program RPJMD, di 2026 terdapat 219 titik jalan yang akan dilakukan perbaikan permanen,” ujar Iwan di Tangerang, Kamis.


Perbaikan Permanen Dilakukan Pasca-Ramadhan 2026


Iwan menjelaskan, perbaikan permanen akan dilaksanakan setelah bulan suci Ramadhan 2026. Meski demikian, pemeliharaan dan perawatan jalan telah dilakukan sejak Januari hingga awal Februari 2026.


“Perawatan atau pemeliharaan jalan sudah dilakukan sejak Januari dan awal Februari 2026. Namun, untuk perbaikan permanen memang baru akan dilakukan pasca-Ramadhan,” katanya.


Untuk Jalan Raya Pasar Kemis–Rajeg sepanjang 3,3 kilometer, Pemkab Tangerang telah menyiapkan anggaran sekitar Rp26,61 miliar guna perbaikan permanen pada 2026.


“Jalan Raya Pasar Kemis–Rajeg sepanjang 3,3 kilometer membutuhkan anggaran kurang lebih Rp26,61 miliar,” jelasnya.


Sementara itu, perbaikan Jalan Raya Pakuhaji–Sepatan saat ini telah memasuki proses lelang. Ruas jalan tersebut dijadwalkan diperbaiki setelah Ramadhan 1447 Hijriah dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp30 miliar.


Kerusakan Jalan Akibat Curah Hujan Tinggi


Iwan menambahkan, tingginya curah hujan yang menyebabkan genangan air menjadi faktor utama kerusakan jalan di Kabupaten Tangerang. Kondisi tersebut tidak hanya terjadi di wilayah Kabupaten Tangerang, tetapi juga meluas di kawasan Jabodetabek dan Provinsi Banten.


“Ketika curah hujan tinggi, banyak jalan mengalami kerusakan. Bahkan di DKI Jakarta pun permasalahan jalan pasca-banjir menjadi sangat krusial,” ujarnya.


Pemkab Tangerang berharap program perbaikan permanen ini dapat meningkatkan kualitas infrastruktur jalan serta menunjang mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat. (*)

×
Berita Terbaru Update