TANGERANG, TRANSPANTURA.COM - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tangerang menetapkan status “merah” atau “awas” terkait peningkatan ketinggian muka air sungai dan saluran air di sejumlah wilayah yang berpotensi banjir akibat curah hujan tinggi.
Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, mengatakan penetapan status tersebut merupakan langkah peringatan dini agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi banjir di Kota Tangerang.
“Kami telah melakukan pemantauan sekaligus memberikan peringatan dini kepada seluruh masyarakat untuk bersiaga menghadapi banjir di tengah curah hujan yang masih tinggi,” ujarnya di Tangerang, Jumat (20/2/2026) dikutip Antara
Berdasarkan hasil pemantauan, terjadi peningkatan signifikan ketinggian muka air sungai dan saluran air setelah hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut pada Kamis malam hingga Jumat pagi. Sejumlah titik dilaporkan mulai melimpas, di antaranya Jembatan Alamanda Periuk, Taman Cibodas, serta kawasan Puri Kartika Ciledug.
Pemerintah Kota Tangerang memastikan pemantauan berkala terus dilakukan guna memperkuat mitigasi banjir, mengingat prakiraan hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
PUPR juga mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi aktif memantau kondisi wilayah melalui aplikasi Si Pantau sebagai bagian dari upaya mitigasi banjir berbasis teknologi.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tangerang Mahdiar menyampaikan bahwa hujan deras disertai angin kencang sejak Kamis (19/2/2026) malam hingga Jumat (20/2/2026) pagi menyebabkan genangan air di sejumlah titik serta kejadian pohon tumbang.
Genangan mulai terjadi sekitar pukul 03.00 WIB akibat meluapnya debit air sungai ke jalan dan permukiman warga. Ketinggian air tercatat bervariasi antara 20 hingga 50 sentimeter.
“Kondisi ini berdampak pada akses jalan umum, kawasan permukiman, hingga kawasan industri,” kata Mahdiar.
Delapan kecamatan terdampak genangan banjir meliputi Jatiuwung, Cibodas, Cipondoh, Periuk, Ciledug, Larangan, Karang Tengah, dan Benda. Selain genangan, beberapa pohon tumbang sempat menutup akses jalan dan menimpa bangunan warga.
Petugas gabungan dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, organisasi perangkat daerah terkait, aparat kewilayahan, serta relawan telah dikerahkan untuk melakukan asesmen dan penanganan di lokasi.
Upaya yang dilakukan antara lain monitoring lapangan, koordinasi lintas instansi, penyedotan genangan di fasilitas umum, pengerahan personel dan perahu evakuasi, bantuan mobilisasi warga, hingga evakuasi dan pemotongan pohon tumbang yang membahayakan.
Pemerintah berharap ketinggian muka air berangsur surut seiring meredanya hujan, namun masyarakat tetap diminta siaga terhadap potensi banjir susulan. (*)

