![]() |
| Foto : Gubernur Banten Andra Soni (Dok. Antara) |
TANGERANG, TRANSPANTURA.COM - Gubernur Banten Andra Soni akan segera menggelar rapat koordinasi lintas instansi dan lembaga untuk membahas langkah strategis penanganan banjir di wilayah Tangerang Raya. Rapat tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin (26/1) sebagai tindak lanjut dari hasil peninjauan lapangan di sejumlah lokasi terdampak.
“Insya Allah hari Senin kita akan melakukan rapat koordinasi. Kita bahas hasil tinjauan di lapangan yang terkena bencana,” ujar Andra Soni usai meninjau korban banjir di Kabupaten Tangerang, dilansir Antara, Sabtu (24/1/2026)
Menurutnya, koordinasi ini menjadi langkah cepat pemerintah dalam merespons bencana agar dampak yang dirasakan masyarakat dapat segera diatasi. Salah satu fokus utama pembahasan adalah normalisasi sungai yang melibatkan kewenangan lintas wilayah antara Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang.
“Kita akan melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), karena persoalan sungai ini tidak bisa ditangani sendiri-sendiri,” jelasnya.
Selain itu, Pemprov Banten juga akan membahas skema pembiayaan bersama atau cost sharing antara pemerintah kabupaten/kota, provinsi, hingga pemerintah pusat untuk penanganan banjir secara komprehensif.
“Harus ada pembagian biaya antara Pemkot, Pemkab, Provinsi, dan Pusat agar satu permasalahan bisa dikerjakan secara menyeluruh,” tuturnya.
Andra Soni menegaskan bahwa upaya mitigasi jangka panjang akan difokuskan pada penataan sungai dari hulu hingga hilir. Ia menilai solusi banjir tidak bisa dilakukan secara parsial karena seluruh aliran sungai saling terhubung.
“Bukan sekadar memindahkan air, tapi memastikan air mengalir ke jalur yang seharusnya. Termasuk penertiban bangunan yang berdiri di bantaran sungai,” ungkapnya.
Ia juga mengakui bahwa banjir di wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan dipengaruhi oleh pesatnya pembangunan. Oleh karena itu, Pemprov Banten akan melakukan evaluasi terhadap perizinan bersama kantor wilayah pertanahan.
“Hari Senin nanti kami juga melibatkan kantor pertanahan di Tangerang Raya untuk melakukan review,” kata Andra.
Pemerintah Provinsi Banten berharap langkah terpadu ini mampu menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi risiko banjir di kawasan Tangerang Raya yang kerap terdampak setiap musim hujan. (*)

