-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Warga Taktakan Tolak Sampah Tangsel ke TPSA Cilowong, Timbulkan bau Menyengat

Selasa, 06 Januari 2026 | Januari 06, 2026 WIB Last Updated 2026-01-06T14:10:02Z

 

Foto : Sejumlah warga melakukan aksi protes penolakan sampah di depan Kantor Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten

SERANG, TRANSPANTURA.COM - Sejumlah warga Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten, menyampaikan penolakan keras terhadap kelanjutan kerja sama pembuangan sampah dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong. Warga menilai aktivitas tersebut merusak lingkungan dan menimbulkan bau menyengat yang mengganggu kenyamanan.


Salah seorang warga Taktakan, Eneng, mengaku sangat terganggu dengan bau sampah yang semakin terasa sejak truk-truk pengangkut sampah dari Tangsel beroperasi.


“Kami menolak dan tidak mau menerima, karena baunya sangat mengganggu, tidak nyaman sekali,” kata Eneng, dikutip antara, Selasa (6/1/2026)


Eneng juga menyampaikan kekecewaannya karena kerja sama tersebut dinilai dilakukan tanpa melibatkan atau meminta persetujuan warga terdampak. Ia menyebut Pemerintah Kota Serang tidak pernah melakukan sosialisasi sebelumnya.


“Masyarakat mana yang menyetujui? Belum ada sosialisasi tahu-tahu sudah kerja sama. Bagaimana nasib kami?” ujarnya.


Penolakan serupa disampaikan warga lainnya, Tabrani. Ia mempertanyakan kejelasan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dari kerja sama pengelolaan sampah tersebut. Menurutnya, setiap perjanjian kerja sama seharusnya didahului kajian dampak lingkungan yang transparan.


“PKS itu sebelum terjadi pasti ada Amdal, dikaji dulu menguntungkan atau tidak buat masyarakat. Ini Amdalnya mana? Kami ingin dipaparkan, lindinya itu mau diapakan,” kata Tabrani.


Tabrani menegaskan bahwa wilayah Taktakan merupakan kawasan hijau yang berfungsi sebagai paru-paru Kota Serang dan seharusnya dijaga kelestariannya. Ia menilai masuknya sampah dari luar daerah justru berpotensi merusak lingkungan apabila tidak dikelola secara maksimal.


Warga pun memberikan ultimatum kepada Pemerintah Kota Serang. Jika pengiriman sampah dari Tangsel tetap dilanjutkan dan aspirasi warga diabaikan, mereka mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa yang lebih besar.


“Kalau kerja sama tetap dilanjutkan, jelas kami menolak dan akan demo lagi,” tegasnya.


Menanggapi penolakan warga tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Farach Richi, menyatakan pihaknya memutuskan untuk menghentikan sementara pengiriman sampah dari Tangsel ke TPSA Cilowong mulai Selasa sore.


“Untuk sore ini disetop dulu. Kami sudah mengirim surat ke DLH Tangsel. Masukan masyarakat ini menjadi evaluasi bagi kami dan akan disampaikan kepada Wali Kota Serang untuk menentukan kebijakan selanjutnya,” kata Farach. (*)

×
Berita Terbaru Update