-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Waduh! Jakarta Barat Jadi Wilayah Terparah Terdampak Banjir, Gubernur DKI Sebut Kiriman Air dari Tangerang

Rabu, 28 Januari 2026 | Januari 28, 2026 WIB Last Updated 2026-01-28T05:26:56Z

Gubernur DKI, Pramono Anung

JAKARTA, TRANSPANTURA.COM - Jakarta Barat menjadi wilayah yang paling parah terdampak banjir dibandingkan kawasan lain di DKI Jakarta. Hal tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono dalam keterangannya pada Senin (26/1/2026).


Pramono menjelaskan, salah satu faktor utama penyebab banjir di Jakarta Barat adalah tingginya debit air kiriman dari wilayah hulu, khususnya dari Tangerang, Tangerang Selatan, dan sekitarnya.


Beberapa sungai yang mengalir ke kawasan tersebut, seperti Sungai Angke, Sungai Pesanggrahan, dan Sungai Mookervart, bermuara di Cengkareng Drain yang menjadi titik krusial pengendalian banjir di Jakarta Barat.


“Batas aman permukaan air di Cengkareng Drain adalah 310 sentimeter. Kemarin pagi sempat mencapai 350 sentimeter, dan pagi ini sudah turun menjadi 315 sentimeter. Kami terus berupaya agar kembali ke batas aman sehingga genangan bisa segera surut,” ujar Pramono.


Ia menyoroti sejumlah titik yang menjadi perhatian publik, di antaranya kawasan Daan Mogot dan Flyover Pesing yang sempat terendam cukup parah.


Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni tidak memberikan tanggapan langsung terkait pernyataan Pramono mengenai banjir Jakarta yang disebut sebagai air kiriman dari wilayah Banten. Andra memilih fokus pada penanganan banjir di daerahnya.


Andra Soni memimpin rapat koordinasi lintas sektor di Kantor Gubernur Banten, Balai Latihan Kerja Industri, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Senin (26/1/2025). Rapat tersebut melibatkan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota, balai teknis, serta instansi terkait untuk mengevaluasi penanganan banjir di wilayah Tangerang Raya dan sekitarnya.


“Secara umum, kondisi banjir sudah surut. Wilayah Serang Raya, Lebak, dan Pandeglang sudah membaik,” kata Andra.


Namun, ia mengakui masih terdapat genangan di sejumlah lokasi, seperti Kecamatan Kresek dan Kronjo, serta beberapa ruas jalan tol yang terdampak.


Menurut Andra, banjir dipicu oleh curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir yang menyebabkan debit sungai meningkat hingga meluap ke permukiman dan infrastruktur jalan. Dampak banjir pun mengganggu aktivitas masyarakat serta arus lalu lintas di jalur utama.


Dalam rapat tersebut, Andra menegaskan pentingnya penanganan banjir secara kolaboratif tanpa saling menyalahkan.


“Kami tidak menyalahkan kondisi alam atau curah hujan yang tinggi, tetapi fokus mencari solusi bersama agar penanganan banjir lebih efektif,” ujarnya.


Ia memastikan petugas gabungan terus melakukan pemantauan di wilayah terdampak dan koordinasi lintas instansi berjalan optimal untuk mempercepat pemulihan. (*)

×
Berita Terbaru Update