-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Pemkab Tangerang Koordinasi dengan BBWS C3 Tangani Banjir Akibat Jebolnya Tanggul Sungai Cidurian

Jumat, 16 Januari 2026 | Januari 16, 2026 WIB Last Updated 2026-01-16T10:44:12Z

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau lokasi banjir di Desa Pasir Ampo, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang.

TANGERANG, TRANSPANTURA.COM - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang hingga kini belum sepenuhnya surut. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memastikan akan segera berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian (BBWS C3) untuk membahas langkah konkret penanganan banjir.


Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, banjir yang terjadi dipicu oleh jebolnya tanggul Sungai Cidurian yang berada di bawah kewenangan BBWS C3. Oleh karena itu, koordinasi lintas instansi dinilai menjadi langkah mendesak untuk percepatan penanganan.


“Banjir ini disebabkan jebolnya tanggul Sungai Cidurian yang menjadi kewenangan BBWS C3. Kami akan segera berkoordinasi untuk membahas langkah-langkah konkret penanganannya,” ujar Maesyal, dilansir metrotvnews, Jumat (16/1/2026).


Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menjelaskan bahwa wilayah Kabupaten Tangerang berada dalam dua area kewenangan balai sungai, yakni BBWS Ciliwung–Cisadane (C2) dan BBWS Cidanau–Ciujung–Cidurian (C3). Kondisi tersebut menuntut koordinasi yang lebih intensif antara pemerintah daerah dan instansi vertikal.


“Koordinasi dengan instansi vertikal terus kami lakukan. Program-program yang menjadi kewenangan bersama, termasuk hasil survei dan langkah yang telah ditempuh, kami sampaikan secara terbuka agar masyarakat mengetahui bahwa pemerintah hadir dan bekerja,” jelas Iwan.


Iwan menegaskan, Pemkab Tangerang siap berkolaborasi dengan BBWS C3, baik melalui program maupun dukungan anggaran sesuai dengan kewenangan masing-masing pihak.


“Dengan sinergi antara pemerintah daerah, BBWS, serta aparat keamanan, penanganan banjir diharapkan dapat dilakukan secara bertahap, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kabupaten Tangerang,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala BBWS C3 Dedi Yudha Lesmana menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan penanganan darurat dengan memanfaatkan anggaran yang tersedia, termasuk optimalisasi sisa anggaran serta kegiatan pemeliharaan rutin.


“Penanganan jangka pendek akan kami lakukan melalui pengerukan, normalisasi sungai, dan perbaikan tanggul yang rusak. Untuk penanganan permanen Sungai Cidurian, kami tengah mengupayakan proses penganggaran dan pelelangan agar dapat segera direalisasikan,” kata Dedi.


Selain itu, BBWS C3 juga telah mengusulkan penanganan menyeluruh Daerah Irigasi Cidurian melalui program jangka panjang, disertai langkah-langkah sementara guna mengurangi dampak banjir bagi masyarakat. (*)

×
Berita Terbaru Update