![]() |
| Banjir di wilayah Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang. |
TANGERANG, TRANSPANTURA.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penyakit leptospirosis yang berpotensi muncul saat dan setelah banjir melanda wilayah tersebut.
Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, Hemdra Tarmizi, mengatakan penyakit leptospirosis menjadi salah satu ancaman kesehatan utama saat banjir karena dapat menular melalui air yang terkontaminasi urine hewan pembawa bakteri, terutama tikus.
“Yang jadi masalah dan kita takutkan kalau banjir itu adalah penyakit leptospirosis. Penyakit ini bisa masuk melalui luka, terutama di kaki,” kata Hemdra, dilansir Antara, Kamis (22/1/2026)
Ia menjelaskan, masyarakat di 29 kecamatan, khususnya wilayah yang terdampak banjir, diminta meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kebersihan lingkungan. Leptospirosis disebabkan oleh bakteri Leptospira yang menyebar melalui urine atau darah hewan terinfeksi seperti tikus, anjing, dan babi.
“Semacam bakteri yang berasal dari kotoran atau kencing binatang seperti tikus. Saat banjir, air yang tercemar bisa terbawa dan mengenai manusia,” ujarnya.
Menurut Hemdra, penularan leptospirosis dapat terjadi ketika seseorang melakukan kontak langsung dengan air banjir atau tanah yang telah terkontaminasi urine hewan, terutama jika terdapat luka terbuka di tubuh.
“Air banjir yang tercampur kotoran atau kencing hewan lalu mengenai kaki kita yang ada luka, itu bisa menjadi jalan masuk penyakit,” katanya.
Selain leptospirosis, Dinkes Kabupaten Tangerang juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penyakit lain pasca-banjir, seperti penyakit kulit dan demam berdarah dengue (DBD).
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes telah melakukan monitoring kesehatan serta pemeriksaan di sejumlah wilayah terdampak banjir. Hingga saat ini, belum ditemukan kasus positif leptospirosis, penyakit kulit, maupun DBD pada warga terdampak.
“Kalau sejak tahun lalu memang sudah ada, tetapi laporan terakhir terkait pasca-banjir kali ini belum ada kasus,” kata Hemdra.
Berdasarkan data, sebanyak 119 desa dan kelurahan di 24 kecamatan di Kabupaten Tangerang terdampak banjir pada Minggu (11/1). Saat ini, sebagian wilayah telah surut, sementara beberapa titik lainnya masih tergenang air.
Dinkes mengimbau masyarakat tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menggunakan alas kaki saat beraktivitas di genangan air, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti demam, nyeri otot, atau luka yang terinfeksi. (*)

