![]() |
| Foto : Kondisi Hujan di sejumlah wilayah (Dok. Ist) |
TANGERANG, TRANSPANTURA.COM - Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah Kota Tangerang pada Senin (12/1/2026). Kondisi ini meningkatkan potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan angin kencang. Menyikapi hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan cuaca secara intensif serta menyebarluaskan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kepada masyarakat.
“BPBD secara rutin meneruskan informasi cuaca dari BMKG. Selain itu, kami juga telah menyiapkan perlengkapan rescue sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kondisi darurat,” ujarnya.
BPBD menilai curah hujan yang tinggi berpotensi menyebabkan genangan hingga banjir di sejumlah titik rawan. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk aktif memantau perkembangan prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG maupun pemerintah daerah guna mengambil langkah pencegahan.
Warga juga diimbau menghindari aktivitas di area berisiko saat hujan deras disertai angin kencang, seperti berteduh di bawah pohon besar, baliho, tiang reklame, serta bangunan yang tidak memiliki struktur kokoh.
Sebagai bagian dari kesiapsiagaan bencana, BPBD Kota Tangerang menganjurkan setiap keluarga menyiapkan tas siaga bencana. Tas tersebut sebaiknya berisi dokumen penting, obat-obatan pribadi, pakaian secukupnya, alat penerangan, serta perlengkapan darurat lain yang mudah dibawa saat evakuasi.
Dalam upaya pencegahan banjir, BPBD juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan, khususnya dengan membersihkan saluran air dan drainase dari sampah. Langkah ini dinilai efektif untuk menjaga kelancaran aliran air saat hujan berintensitas tinggi.
Selain itu, warga didorong memanfaatkan infrastruktur lingkungan berbasis partisipasi, seperti pembuatan lubang biopori dan sumur resapan, guna meningkatkan daya serap air hujan ke dalam tanah dan mengurangi potensi genangan.
BPBD menegaskan, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem. Dengan kesiapsiagaan bersama, diharapkan risiko dan dampak bencana dapat diminimalkan bagi warga Kota Tangerang. (*)

