![]() |
| Foto : Ilustrasi Daging sapi (Dok. Ist) |
TANGERANG, TRANSPANTURA.COM - Sejumlah pedagang daging sapi di Pasar Anyar, Kota Tangerang, mengeluhkan kenaikan harga daging sapi yang melonjak dari Rp125 ribu menjadi Rp140 ribu per kilogram. Kenaikan harga tersebut telah berlangsung selama sekitar satu pekan terakhir dan berdampak langsung pada penurunan omzet pedagang.
Salah satu pedagang daging sapi, TB Haris, mengungkapkan bahwa pendapatannya mengalami penurunan signifikan. Jika sebelumnya ia mampu meraup omzet hingga Rp120 juta per hari, kini penghasilannya turun menjadi sekitar Rp80 juta per hari.
Menurut Haris, melemahnya daya beli masyarakat menjadi faktor utama. Pelanggan tetapnya, seperti pedagang bakso dan pelaku usaha kuliner, terpaksa mengurangi jumlah pembelian. Dari sebelumnya membeli sekitar 10 kilogram daging sapi, kini rata-rata hanya mampu membeli sekitar 7 kilogram. Akibatnya, stok daging di lapak pedagang kerap menumpuk.
“Kenaikan harga sudah terasa dari tingkat pemasok, mulai dari jagal, feedlot, hingga perusahaan penyedia sapi. Kami berada di posisi sulit. Kalau harga diturunkan, pedagang bisa rugi. Tapi kalau dijual Rp140 ribu per kilogram, pembeli banyak yang tidak sanggup,” ujar Haris seperti dikutip dalam acara program MetroTV, Sabtu (10/01/2026)
Para pedagang berharap pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga daging sapi di pasaran agar tidak semakin menekan daya beli masyarakat. Mereka juga menyatakan siap mengikuti langkah kolektif, termasuk kemungkinan mogok berdagang, apabila terdapat instruksi dari Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI).
Kenaikan harga daging sapi dikhawatirkan akan terus berdampak pada sektor usaha kecil dan menengah yang bergantung pada pasokan daging sapi sebagai bahan baku utama, jika tidak segera diantisipasi. (*)

