![]() |
| Banjir di Perumahan Taman Cikande, Kabupaten Tangerang, Banten, terus meninggi pada Kamis (15/1). (Dok. CNN Indonesia) |
TANGERANG, TRANSPANTURA.COM - Banjir di Perumahan Taman Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, terus meninggi hingga Kamis (15/1). Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas warga lumpuh, terutama bagi masyarakat pekerja yang tidak dapat berangkat bekerja.
Banjir diketahui telah melanda kawasan permukiman tersebut sejak Senin (12/1) pagi atau sudah berlangsung selama empat hari. Hingga Kamis siang, genangan air yang merendam ratusan rumah belum menunjukkan tanda-tanda surut. Debit air justru semakin meningkat akibat curah hujan yang masih tinggi serta luapan Sungai Cidurian.
Pantauan di lokasi menunjukkan ketinggian air bertambah signifikan. Ketua RW 03 Perumahan Taman Cikande, Victor Silaen, mengatakan permukaan air naik sekitar 20 sentimeter sejak Kamis pagi.
“Sejak pagi tadi air bertambah sekitar 20 sentimeter karena hujan terus hingga siang,” ujar Victor dilansir CNN Indonesia, Kamis (15/01/2026)
Dengan kenaikan tersebut, genangan banjir yang sebelumnya berkisar antara 60 sentimeter hingga 2 meter kini meningkat menjadi sekitar 80 sentimeter hingga 2,2 meter. Sedikitnya 222 kepala keluarga (KK) terdampak akibat bencana banjir tersebut.
Victor menyebut, dampak paling dirasakan oleh warga yang bekerja. Banyak dari mereka terpaksa tidak masuk kerja karena rumah dan akses jalan terendam banjir.
“Terutama para pekerja yang terpaksa tidak masuk kerja karena kebanjiran,” katanya.
Untuk membantu warga terdampak, bantuan berupa perahu karet dan kebutuhan logistik mulai disalurkan. Di lokasi banjir telah didirikan dua posko yang difungsikan sebagai tempat pengungsian sekaligus dapur umum.
Warga bersama petugas juga terlihat menyiapkan makanan di dapur umum untuk kemudian didistribusikan menggunakan perahu karet kepada masyarakat yang masih bertahan di rumah masing-masing.
Camat Jayanti, Yandri Permana, mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari membantu mobilitas warga hingga menyalurkan bantuan logistik.
“Karena masyarakat tidak lagi bisa beraktivitas, kami dirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makan warga,” ujar Yandri.
Hingga Kamis sore, banjir di Perumahan Taman Cikande masih menggenangi permukiman warga dan belum ada kepastian kapan air akan surut. (*)

