![]() |
| Kepala BPBD Kota Tangerang Mahdiar saat memberikan keterangan kepada media media mengenai perkembangan penanganan banjir di Tangerang. (Dok. Antara Foto) |
TANGERANG, TRANSPANTURA.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Provinsi Banten, melaporkan sejumlah permukiman di Kecamatan Periuk masih terendam banjir hingga Senin (26/1/2026) siang. Ketinggian air bervariasi antara dua hingga tiga meter.
Kepala BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan, dari total 18 titik banjir yang sempat melanda wilayah Periuk, kini hanya tersisa beberapa titik dengan kondisi air yang mulai berangsur surut sejak pagi hari.
“Dari 18 titik wilayah banjir di Periuk, saat ini tersisa beberapa titik lagi dan ketinggian air sudah bertahap surut,” ujar Mahdiar.
BPBD mencatat sebanyak 1.802 warga terdampak masih mengungsi di sejumlah lokasi, seperti musholla, kantor kecamatan, posyandu, masjid, dan gedung olahraga.
Adapun wilayah yang hingga kini masih tergenang meliputi Villa Mutiara Pluit, Perumahan Periuk Damai, Perumahan Garden City, serta Garden City Residence.
Mahdiar menegaskan petugas gabungan dari BPBD, Dinas PUPR, dan instansi terkait terus bersiaga melakukan penanganan banjir serta memastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi.
“Seluruh warga di lokasi pengungsian dipastikan tertangani dengan baik dan seluruh kebutuhannya terpenuhi,” katanya.
Untuk mempercepat surutnya genangan, BPBD juga berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) terkait optimalisasi pompa air. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memindahkan pompa dari wilayah yang sudah kondusif ke area yang masih tergenang.
“Pompa di area Total kami komunikasikan untuk digeser karena kondisinya sudah cukup kondusif. Nantinya dialihkan ke Periuk Damai agar genangan lebih cepat kering,” jelas Mahdiar.
Sejumlah posko pengungsian di kecamatan lain juga mulai ditutup seiring membaiknya kondisi banjir. Saat ini, tersisa empat posko aktif yang seluruhnya berada di Kecamatan Periuk.
“Banyak yang sudah kosong, tinggal sekitar empat titik di Periuk yang masih menampung pengungsi,” ujarnya.
Dari sembilan kecamatan yang sebelumnya terdampak banjir, kini hanya Kecamatan Periuk yang menjadi fokus penanganan. Wilayah lain seperti Cipondoh, Karang Tengah, dan Ciledug telah memasuki tahap pembersihan lingkungan.
“Dua hari terakhir ini tinggal Periuk yang menjadi perhatian utama. Petugas bersama masyarakat dan Dinas Lingkungan Hidup sudah mulai membersihkan jalan utama, perumahan, serta fasilitas umum di wilayah lain,” kata Mahdiar. (*)

