TANGERANG, TRANSPANTURA.COM - Petugas Operasional Bendung Pasar Baru Pintu Air 10 Kota Tangerang, Abdul Maiin, meluruskan anggapan yang menyebut wilayah Tangerang menjadi penyebab banjir di Jakarta. Ia menegaskan bahwa sistem aliran sungai di Tangerang tidak berkaitan dengan aliran sungai yang melintasi Jakarta.
Penjelasan tersebut disampaikan Abdul sebagai respons atas pernyataan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang menyebut aliran air dari Bogor dan Tangerang mengarah ke satu titik di Pintu Air Cengkareng Drain.
“Bukan, bukan begitu. Aliran sungainya beda. Sungai Cisadane tidak ada hubungannya dengan Sungai Ciliwung yang mengalir ke Jakarta,” ujar Abdul saat ditemui di Bendung Pasar Baru Pintu Air 10, dlansir kompas, Jumat (30/1/2026).
Abdul menjelaskan, banjir yang kerap terjadi di Jakarta terutama berasal dari kiriman air Sungai Ciliwung yang berhulu di Katulampa, Bogor. Aliran sungai tersebut melintasi Depok dan Jakarta sebelum bermuara di Teluk Jakarta, tanpa melalui wilayah Tangerang.
Sementara itu, kawasan Tangerang dilintasi Sungai Cisadane yang berhulu di kawasan Gunung Salak, Bogor. Sungai ini mengalir melalui Kabupaten dan Kota Tangerang, lalu bermuara di pesisir utara Banten, tepatnya di Tanjung Burung, Teluknaga.
“Kalau Jakarta itu alirannya dari Katulampa ke Sungai Ciliwung. Kalau di sini kiriman airnya dari Bendungan Batu Belah, Bogor, tepatnya Gunung Salak, masuk ke Cisadane. Jadi masing-masing berdiri sendiri,” jelas Abdul.
Ia menambahkan, kenaikan tinggi muka air di Bendung Pasar Baru tidak dipengaruhi oleh kondisi Sungai Ciliwung maupun debit air di Jakarta. Peningkatan debit Cisadane murni disebabkan oleh kiriman air dari wilayah hulu, meski di Tangerang tidak turun hujan.
“Makanya kadang di sini tidak hujan, tapi air bisa naik. Itu karena kiriman dari hulu,” pungkasnya. (*)

